Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juni 2017

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah

Sumenep, Pondok Pesantren Pabuaran. Pagi itu Sekretariat PCNU Sumenep ramai. Satu persatu warga NU terus berdatangan memasuki gedung berwana hijau itu yang berlokasi di Jalan Tronojoyo 295, Gedungan, Sumenep.

Warga yang datang tak hanya didominasi orang yang sudah berkepala empat. Membaur di tengah-tengah mereka anak remaja untuk mendonorkan darah. Salah seorang politisi yang datang membawa rombongan wartawan, membikin suasana lebih pencolok.

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah (Sumber Gambar : Nu Online)


LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah

Pagi itu, Rabu 5 Desember 2012, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Sumenep menggelar donor darah. Ini aksi donor darah yang keduasetelah bulan September. NU Tak pernah absen turut membantu kebutuhan masyarakat.

Tujuannya tidak lain, untuk membantu menyuplai kebutuhan darah di Sumenep. LKNU tiap tahun melakukan kegiatan seperti ini jelas Ketua LKNU Sumenep Hadariyadi.

Pondok Pesantren Pabuaran

Pondok Pesantren Pabuaran

Doroh darah di Sumenep sangat dibutuhkan dan mendesak, mengingat PMI Sumenep kekurangan stok darah untuk memenuhi kebutahan warga Sumenep. Permintaan darah saat ini mencapai 500 kantong.

Bulan lalu kebutuhan darah mencapai 450 kantong. Sekarang meningkat drasitis, apalagi penderita demam berdarah meningkat, kata Ketua Unit Tranfusi Darah PMI Sumenep, Moh. Soleh.

Saat ini, PMI hanya mengantongi beberapa kantong darah saja. Saleh membeberkan, stok darah yang ada hanya golongan A sebanyak (2), B (1), AB (1), dan golongan darah O (1).

Sekalipun tidak lantas bisa memenuhi kebutuhan darah secara keseluruhan, kegiatan tersebut dan kegiatan serupa yang dilakukan NU di Kecamatan Saronggi pada keesokan harinya, Kamis (7/12), setidaknya telah membantu menyuplai 50 kantong darah.

Peserta yang hendak menyumbangkan darahnya sebenaarnya banyak. Yang hadir ke PCNU sekitar 70 orang dan yang di Saronggi sekitar 30 orang, tapi tidak semuanya bisa didonor karna tensi darahnya tidak normal, jelasnya.

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41202/lknu-sumenep-sumbang-50-kantong-darah

Pondok Pesantren Pabuaran

Senin, 22 Mei 2017

Pergunu: Islam Ramah Harus Jadi Karakter Peserta Didik

Bogor, Pondok Pesantren Pabuaran. Memasuki tahun 2017, Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jakarta Barat menggelar Rapat Kerja. Kegiatan ini bertempat di Cisarua Bogor, Jumat-Sabtu (6-7/1). Tema kegiatan ini adalah "memperkokoh peran strategis Guru dalam membentuk karakter peserta didik".

Rapat kerja dibuka oleh Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Aris Adi Leksono. Dalam sambutannya, Aris menuturkan beberapa rencana strategis Pergunu DKI Jakarta ke depan, diantaranya; konsolidasi organisasi dan database anggota, advokasi peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, mewujudkan organisasi yang mandiri dan selalu berkerja untuk kemaslahatan anggota.

Pergunu: Islam Ramah Harus Jadi Karakter Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Islam Ramah Harus Jadi Karakter Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)


Pergunu: Islam Ramah Harus Jadi Karakter Peserta Didik

"Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama diantarnya soal konsolidasi organisasi dan database organisasi, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan, serta mewujudkan kemandirian organisasi dalam bentuk usaha bersama guru anggota Pergunu, terang Aris yang juga Wakil Ketua STAINU Jakarta itu.

Pondok Pesantren Pabuaran

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pergunu Jakarta Barat, Nur Sehat mengungkapkan bahwa tantangan mendidik zaman sekarang sangat berat.

Menjalarnya karakter beragama dengan menganggap diri dan kelompoknya paling benar dan yang lain salah, serta beragama cenderung radikal merupakan tantangan bagi pendidik untuk membentengi peserta didik dari pengaruh ajaran yang tidak memiliki akar historis yang kuat dalam perkembangan sosial-budaya masyarakat Indonesia.

Untuk itu, menurut Nur Sehat penting menanamkan karakter Islam ramah pada peserta didik melalui guru-guru di Pergunu.

Pondok Pesantren Pabuaran

"Jelas sekali tantangan kehidupan anak-anak kita adalah paham agama dan keagamaan yang cenderung mengarah pada pembenaran atas diri dan kelompoknya. Sehingga berakibat pada radikalisme dalam bertindak. Ini adalah tugas pendidik Pergunu untuk menanamkan karakter Islam Ramah pada peserta didik, ungkap Nur Sehat.

Acara rapat kerja berjalan dengan dinamis. Antusias peserta sangat baik, meskipun sampai larut malam. Semuanya demi mewujudkan organisasi yang profesional, mandiri, dan ideologis. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74483/pergunu-islam-ramah-harus-jadi-karakter-peserta-didik

Pondok Pesantren Pabuaran

Rabu, 17 Agustus 2016

Konflik Tak Selalu Karena Agama

Jakarta, Pondok Pesantren Pabuaran. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi menegaskan, konflik keagamaan yang selama ini terjadi tidak selalu disebabkan oleh agama. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan adanya konflik sering memakai agama untuk memanaskan dan mengadudomba antar kelompok agama.

Adakalanya konflik disebabkan oleh kemiskinan atau pendidikan masyarakat yang rendah. Makanya kita perlu mencari akar permasalahan sebelum mengatakan bahwa in ikonflik agama, kataHasyim di hadapan para tamu dari Dewan Keamanan Nasional Thailand saat berkunjung ke gedung PBNU, Jakarta, Selasa (12/12).

Rombongan dari Thailand yang dipimpin oleh Ketua Dewan Keamanan Nasional Thailand Prakit Prachonpachanuk dan Duta Besar Thailand untuk Indonesia Audchara Scribut bermaksud mengkonsultasikan beberapa hal terkait konflik berkepanjangan di wilayah Thailand bagian selatan yang melibatkan umat Islam.

Dikatakan Hasyim, pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya faktor masyarakat menjadi penting dalam melerai berbagai konflik. Pemerintah perlu melibatakan para tokoh agama setempat untuk memberikan pemahaman beragama yang benar kepada masyarakat.

Konflik Tak Selalu Karena Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konflik Tak Selalu Karena Agama (Sumber Gambar : Nu Online)


Konflik Tak Selalu Karena Agama

Pemerintah Thailand tidak perlu berhadapan secara militeristik dengan masyarakat yang berkonflik. Jadi perlu meluruskan kembali kesalahfahaman antara pemerintah (militer) dengan masyarakat setempat, kata Hasyim. (nam)

Pondok Pesantren Pabuaran

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5669/konflik-tak-selalu-karena-agama

Pondok Pesantren Pabuaran

Pondok Pesantren Pabuaran

Rabu, 01 Oktober 2014

Inilah Majalah Guru NU Tahun 60-an

Majalah Dunia Pendidikan diterbitkan oleh Pucuk Pimpinan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu). Edisi perdana mulai 17 April 1969, dan edisi terakhir (No.7), April 1970. Penerbitan majalah ini dianggap sebagai momentum kedewasaan Pergunu memasuki usia 17 tahun (berdiri Mei 1952). Memang singkat.

Namun sedikit banyak mengandung torehan sejarah masa kejayaan partai NU . Sebagai badan otonom, Pergunu telah mampu meneruskan kiprah NU dalam dunia media cetak. NU sendiri, hingga tahun 1972, punya organ resmi Harian Duta Masyarakat yang memiliki peran fenomenal selama tahun 1960-1965.

Inilah Majalah Guru NU Tahun 60-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Majalah Guru NU Tahun 60-an (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Majalah Guru NU Tahun 60-an

Duta Masyarakat dikemudikan KH Saifuddin Zuhri (Pemimpin Umum) dan H. Mahbub Djunaidi (Pemimpin Redaksi), telah mengisi kekosongan media umat Islam, setelah partai Masyumi dibubarkanj (Agustus 1960) dan corong resminya Harian Abadi diberangus akibat pengaruh kuat Partai Komunis Indonesia. Sejak itu, Duta Masyarakat praktis menjadi penyambung suara umat Islam. Bukan hanya Nahdliyyin saja. Ketika Buya Hamka, sebagai pengarang buku novel Tenggelamnya Kapak van der Wijck dibantai habis-habisan oleh kaum komunis melalui koran Harian Rakyat, dan Warta Bhakti, plus Sulindo (corong PNI), Duta Masyarakat tampil menjadi pembela terdepan Hamka. Memuatkan tulisan-tulisan yang mendukung Hamka sambil balik menyerang komunis. Fakta ini, dapat ditelusuri dalam buku Tenggelamnya Kapal van der Wijkck dalam Polemik (Bulan Bintang, 1967).

Untuk menyalurkan aspirasi pendidik dan pendidikan secara khusus, PBNU merestui penerbitan Dunia Pendidikan oleh Pergunu. Sasaran pembacanya, adalah guru-guru madrasah atau sekolah umum yang menjadi aktivis NU. Pada nomor-nomor awal, disebutkan Dunia Pendidikan dicetak 10.000 eksemplar. Mulai nomor 7 meningkat menjadi 15.000 eksemplar. Suatu hal yang wajar,mengingat jumlah anggota Pergunu puluhan ribu orang. Pendistribusian juga cukup mudah, karena NU d/h Pergunu menguasai Departemen Agama RI.

Pondok Pesantren Pabuaran

Waktu itu, Menteri Agama adalah KH Ahmad Dahlan, yang juga Ketua IV PBNU di bawah Ketua Umum PBNU KH.DR.Idham Chalid. Dari pusat hingga ke pelosok (KUA), semua NU. Pengelola majalah Dunia Pendidikan terdiri dari tokoh-tokoh PP Pergunu yang juga praktisi pendidikan. Antara lain Drs.Marjiin Syam (Pemimpim Umum/Pemimpin Redaksi), HA Chumaidy (Wakil Pemimpin Umum/Wakil Pemimpin Redaksi), Drs.Jamhari (Pemimpin Perusahaan). Isi majalah Dunia Pendidikan relatif bagus untuk ukuran media internal.

Pondok Pesantren Pabuaran

Namun nampaknya mengalami kesulitan pasokan naskah. Setiap terbit, redaksi DP memuat pengumuman,menantikan karya tulis pembaca, baik asli maupun terjemahan. Terutama menyangkut bidang pendidikan dan keguruan yang bersifat obyektif ilmiah. Mungkin tak banyak penulis yang mampu memenuhi ajakan tersebut. Sehingga pada penerbitan yang singkat itu, DP sering mengutip atau memuatkan kembali tulisan yang pernah dimuat di media lain. Misalnya, pada DP No.5, Agustus 1969, dimuat tulisan Prof. DR. Achmad Sanusi Suatu Komentar Tentang Struktur Politik Menurut UUD 1945 dan Pacasila, yang telah dimuat dalam majalah Budaya Jaya No. 13, Juni 1969. Mungkin alasan redaksi DP pemuatan ulang tulisan Prof DR Achmad Sanusi, selain karena kebutuhan naskah, juga karena sosok penulisnya sebagai Nahdliyin.

Pada th. 1965, Pak Achmad Sanusi terkenal sebagai tokoh Persatuan Sarjana Muslim Indonesia (Persami) yang berafiliasi kepada NU. Tahun 1965 juga, Pak Achmad Sanusi mendapat mandat dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) untuk menjadi Pemimpin Umum Mingguan Sunda Bandung. Mingguan (kemudian Majalah) Sunda merupakan media yang amat keras dan berani terang-terangan melawan PKI. Penerbitannya (syarat untuk mendapat izin terbit dan jatah kertas) harus mendapat restu partai politik. PWNU Jabarlah yang memberi restu kepada mingguan/majalah Sunda dengan menempatkan Prof. DR. Achmad Sanusi di situ. Yang menjadi Pemimpin Redaksi Mingguan/Majalah Sunda adalah sastrawan/budayawan terkenal Ajip Rosidi. Kekurangan naskah mungkin hanya faktor kecil saja yang membuat DP berhenti terbit. Gerakan de-parpolisasi pasti menjadi penyebab utama. Terutama menghadapi Pemilu 1971 yang mempopulerkan slogan Parpol No, Pembangunan Yes.

Departemen Agama menjadi sasaran terpenting untuk dilepaskan dari keterkaitan dengan NU. Melalui Gabungan Peningkatan Pembangunan Umat Islam (GUPPI) yang digulirkan Mayjen Ali Murtopo (Komandan Operasi Khusus Opsus dan Sekpri Presiden Soeharto), ikatan Depag, NU dan Pergunu langsung cerai berai. Beberapa tokoh Pergunu yang juga pengelola DP menjadi tokoh penting GUPPI. Antara lain Drs. Jamhari. Pergunu sendiri, lenyap dari percaturan oraganisasi profesi, setelah muncul aturan (larangan) hanya ada satu organisasi untuk tiap professi. Untuk guru, hanya PGRI yang diakui (untuk professi wartawan, hanya PWI saja).

Di tengah geliat kebebasan berorganisasi masa kini, tak mustahil Pergunu akan bangkit kembali. Siapa tahu, majalah Dunia Pendidikan juga akan ikut hadir dengan isi dan kemasan lebih baik. Menandai tradisi bermassmedia yang dimiliki NU sejak harian Duta Masyarakat, SKM Warta NU, jurnal Pesantren, dll yang pernah menatahkan jejak kreativitas dan intelektualitas para Nahdliyyin. (Usep Romli HM)

KH Usep Romli HM, lahir di Balubur Limbangan, Kab.Garut, 16 April 1949. Pengasuh Pesantren Raksa Sarakan ini menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia, mulai kumpulan sajak, ceritera anak-anak, humor pedesaan, humor terjemah dari bahasa Arab, humor pesantren, novel, kumpulan cerpen, kumpulan pengalaman jurnalistik.

Ia dua kali mendapat Hadiah Rancage. Yang pertama, hadiah sastra, untuk karyanya Sanggeus Umur Tunggang Gunung th.2010 dan yang kedua hadiah jasa berkat pengabdian terhadap bahasa dan sastra Sunda th.2011. Di lingkungan NU, pernah menjabat penasihat Lajnah Talif wan Nasr PWNU Jabar (1996-2001). Masa mudanya, selain nyantri, pernah aktif di IPNU dan GP Ansor.

Dari (Fragmen) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50801/inilah-majalah-guru-nu-tahun-60-an

Kamis, 18 September 2014

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah

Pondok Pesantren Pabuaran - Agar rizki lancar, ada doa dan dzikir yang sangat dianjurkan sesuai tuntunan Nabi Muhammad salallahu ’alaihi wassalam. Kalau hanya berusaha, itu terlalu sombong diri. Begitupun, doa-doa dan wirid rizki berlimpah ini tidak akan berefek apa-apa kepada Anda jika tidak dibarengi dengan usaha. Doa dan usaha untuk memperlancar rizki harus dilakukan. Inilah doa yang insyaallah memperlancar rizki kita semua.

7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah
7 Doa Agar Rizki Lancar Melimpah Berkah


(1). Memperbanyak Membaca La hawla Wala Quwwata Illa billah.

“Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “La hawla Wala Quwwata Illa billah.” (HR. At-Tabrani)

(2). Membaca La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin

“Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur.” (HR. Abu Nu’ aim dan Ad Dailami)

(3). Melanggengkan Ber-Istighfar

“Barangsiapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

(4). Membaca Surat Al-Ikhlas

“Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah, maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya.” (HR. At-Tabrani)

(5). Membaca Surat Al-Waqiah

“Barangsiapa mmbaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman)

(6). Memperbanyak Shalawat atas Nabi

“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu ’alaihi wassalam berdiri seraya bersabda: “Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan di dalamnya.”

(7). Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim. Keterangannya, setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu.” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Silakan tulis Qabiltu (saya terima) di kotak komentar di bawah ini jika hendak mengamalkan. Terimakasih. Semoga dzikir lencar rizki ini bermanfaat. [Pondok Pesantren Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/7-doa-agar-rizki-lancar-melimpah-berkah.html

Kamis, 13 Desember 2012

P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu

Pondok Pesantren Pabuaran - Seseorang yang sedang marah-marah mengatakan, "p4nt|4tmu seperti wajahku". Dipikir-pikir lagi, "Oh, kebalik!". Ia katakan lagi, "Jadi, keliru tadi. Bukan ‘P4n|t4tmu seperti wajahku’, tapi ‘Wajahku seperti p4|nt4tmu”.

Itulah gambaran seseorang yang sedang marah.

Sufi Nusantara, Sunan Kalijaga, dalam kaitan ini membagi ada 4 jenis nafsu, 1) Nafsu Lawwamah, dipersonifikasikan sebagai Begawan Maenaka, yang melambangkan Bayu Langgeng yang berwatak hitam. Warna hitam melambangkan batin dan pikiran yang gelap.

P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu - Pondok Pesantren Pabuaran
P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu - Pondok Pesantren Pabuaran


P4nt4tmu Seperti Wajahku, eh Kebalik, Wajahku yang Seperti Itu

Yang ke 2). Nafsu Sufiah, dipersonifikasikan sebagai Gajah Situbondo atau Bayu Kanitra berwatak kuning, melambangkan tendensi hingga bisa menyebabkan seorang bisa menjadi lemah dan cepat lupa.

Pondok Pesantren Pabuaran

Nafsu yang ke-3). Nafsu Amarah. Dipersonifikasikan sebagai raksasa Jayareksa atau Bayu Anras yang berwatak merah, melambangkan kecenderungan merusak, membakar hati dan pikir.

Sedangkan yang ke-4) Nafsu Muthmainnah yang dipersonifikasikan sebagai Resni Hanoman atau Bayu Kinara yang berwatak putih, melambangkan sifat membimbing, men-suci-kan dan menuntun. [Pondok Pesantren Pabuaran]

Ditulis oleh Riadi Ngasiran

Pondok Pesantren Pabuaran

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/p4nt4tmu-seperti-wajahku-eh-kebalik.html

Kamis, 13 September 2012

Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap)

Pondok Pesantren Pabuaran - Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit.

Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam adalah tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step.

Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap) - Pondok Pesantren Pabuaran
Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap) - Pondok Pesantren Pabuaran


Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap)



Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap) - Pondok Pesantren Pabuaran
Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap) - Pondok Pesantren Pabuaran


Mengatasi Step/ Stuip/ Kejang Demam Pada Bayi dan Balita (Lengkap)

Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38°C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39°C atau lebih.

Segera bawa ke dokter

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam.

Setelah itu, jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli.

Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama.

Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak.

Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal.

Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali.

Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak.

Ciri-ciri kejang

Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya:

Kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit. bola mata berbalik ke atas

Gigi terkatup

Muntah

Tak jarang si anak berhenti napas sejenak.

Pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil

Pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit. Tips mengatasi kejang demam

Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak. Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37°C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/ telinga menunjukkan angka 37,8°C; melalui rektum 38°C, dan 37,2°C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas.

Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri.

Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak.

Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.

Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan.

Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak.

Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.

Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.

Yang bisa dilakukan orang tua saat anak kejang:

Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5°C.

Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/ benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.

Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/ menggigitkan sesuatu di antara giginya. Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.

Jangan memberi minuman/ makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak. Kejang tanpa demam

Penyebab kejang tanpa demam bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak.

Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.

Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak.

Kejang demam bisa dialami semua anak

Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir.

Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.

Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).

Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, tidak demam pun, dia bisa kejang.

Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang. Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.

Agar Kejang Tidak Terulang

Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak.

Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.

Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.

Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang.

Dimonitor tiga tahun

Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi.

Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut:

Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental.

Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang.

Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak.

Ragam penyebab tanpa kejang

Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan, penjabarannya satu per satu di bawah ini:

Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang. Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).

Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.

Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.

Waspadai di bawah 6 bulan

Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.

Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor.

Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya.

Menolong anak kejang

Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.

Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.

Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.

Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.

Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.

Anak epilepsi harus kontrol setiap 3 bulan

Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam.

Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal.

Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.

Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus. [Pondok Pesantren Pabuaran]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/mengatasi-step-stuip-kejang-demam-pada-anak-dan-balita.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock