Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juni 2017

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah

Sumenep, Pondok Pesantren Pabuaran. Pagi itu Sekretariat PCNU Sumenep ramai. Satu persatu warga NU terus berdatangan memasuki gedung berwana hijau itu yang berlokasi di Jalan Tronojoyo 295, Gedungan, Sumenep.

Warga yang datang tak hanya didominasi orang yang sudah berkepala empat. Membaur di tengah-tengah mereka anak remaja untuk mendonorkan darah. Salah seorang politisi yang datang membawa rombongan wartawan, membikin suasana lebih pencolok.

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah (Sumber Gambar : Nu Online)


LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah

Pagi itu, Rabu 5 Desember 2012, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Sumenep menggelar donor darah. Ini aksi donor darah yang keduasetelah bulan September. NU Tak pernah absen turut membantu kebutuhan masyarakat.

Tujuannya tidak lain, untuk membantu menyuplai kebutuhan darah di Sumenep. LKNU tiap tahun melakukan kegiatan seperti ini jelas Ketua LKNU Sumenep Hadariyadi.

Pondok Pesantren Pabuaran

Pondok Pesantren Pabuaran

Doroh darah di Sumenep sangat dibutuhkan dan mendesak, mengingat PMI Sumenep kekurangan stok darah untuk memenuhi kebutahan warga Sumenep. Permintaan darah saat ini mencapai 500 kantong.

Bulan lalu kebutuhan darah mencapai 450 kantong. Sekarang meningkat drasitis, apalagi penderita demam berdarah meningkat, kata Ketua Unit Tranfusi Darah PMI Sumenep, Moh. Soleh.

Saat ini, PMI hanya mengantongi beberapa kantong darah saja. Saleh membeberkan, stok darah yang ada hanya golongan A sebanyak (2), B (1), AB (1), dan golongan darah O (1).

Sekalipun tidak lantas bisa memenuhi kebutuhan darah secara keseluruhan, kegiatan tersebut dan kegiatan serupa yang dilakukan NU di Kecamatan Saronggi pada keesokan harinya, Kamis (7/12), setidaknya telah membantu menyuplai 50 kantong darah.

Peserta yang hendak menyumbangkan darahnya sebenaarnya banyak. Yang hadir ke PCNU sekitar 70 orang dan yang di Saronggi sekitar 30 orang, tapi tidak semuanya bisa didonor karna tensi darahnya tidak normal, jelasnya.

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41202/lknu-sumenep-sumbang-50-kantong-darah

Pondok Pesantren Pabuaran

Selasa, 20 Desember 2016

Soal Membaca, Gus Dur miliki kekuatan luar biasa

Kudus, Pondok Pesantren Pabuaran. Presiden keempat RI KH.Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki kekuatan membaca yang luar biasa. Gus Dur adalah sosok tauladan yang mampu menjadi inspirasi dalam pengembangan nilai-nilai karakter.

"Oleh karenanya, kader muda NU harus sering-sering mendiskusikan maupun membedah buku pemikiran Gus Dur untuk melengkapi hasanah pengetahuan serta meneladani perjuangannya, kata Pengurus Bidang Diklat dan Litbang PW LP Maarif Jawa Tengah Muchlas Yusack saat menjadi pembicara bedah novel Mimpi-Mimpi Jokowi di Aula MANU Miftahul Falah Cendono Dawe Kudus tersebut, Rabu (31/10).

Muchlas Yusach mengutarakan kegemaran Gus Dur membaca buku sudah dilakukan sejak kecil. Bahkan ketika sedang sakit, Gus Dur masih menyuruh anaknya membacakan buku dan ia mendengarkannya.

Soal Membaca, Gus Dur miliki kekuatan luar biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Membaca, Gus Dur miliki kekuatan luar biasa (Sumber Gambar : Nu Online)


Soal Membaca, Gus Dur miliki kekuatan luar biasa

"Ini artinya, membaca merupakan sebuah karakter yang harus dilakukan setiap orang. Apalagi wahyu pertama yang turun kepada Nabi itu adalah perintah baca (iqro)."tandas Yusack yang didampingi pembicara lainnya, Haryo wibisono (penulis novel Mimpi-Mimpi Jokowi) Rosidi (Jurnalis Suara Merdeka).

Mengenai buku Mimpi-mimpi Jokowi karya Haryo Wibisono ini, Yusack mengapresiasi. Menurutnya, buku tersebut tertanam nilai-nilai budaya yang bisa menjadi contoh bagi pembaca maupun pelajar.

"Kisah Jokowi dalam novel ini terdapat beberapa karakter yang patut diteladani diantaranya kesederhanaan, kejujuran maupun merakyat, Dalam kondisi saat ini, sosok pemimpin yang seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat," tegasnya.

Pondok Pesantren Pabuaran

Penulis Buku Haryo Wibisono mengatakan dirinya menulis kisah Jokowi karena terinpsirasi oleh sosoknya yang sederhana namun memiliki semangat hidup yang tinggi. "Saya sebetulnya tidak suka politik, tetapi melihat sosok Jokowi saya tergugah menulisnya," ujarnya.

Ia menekankan sosok Jokowi memiliki kekuatan bertahan dari tempaan ujian, penderitaan dan tantangan yang keras, "Tetapi dirinya, tidak pernah mengeluh sama sekali. Ia meyakini kesuksesan dalam hidup adalah berpindahnya persoalan satu ke persoalan lainnya dan dihadapi dengan sabar," tambahnya.

Pondok Pesantren Pabuaran

Sementara Rosidi menilai kehadiran buku mimpi-mimpi Jokowi ini pada momentum yang tepat. Artinya, sosok yang ditulis mampu menjadi inspirasi di tengah kondisi bangsa yang mengalami krisis keteladanan,

"Meski buku ini masih banyak kelemahannya, tetapi setidaknya kisah jokowi ini mampu menjadi spirit keteladanan bagi pemimpin dan masyarakat," tambahnya seraya mengkritisi buku tersebut.

Acara bedah buku yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Dawe bekerja sama OSIS MA NU Miftahul Falah Cendono Dawe ini digelar dalam rangka memperingati sumpah pemuda. Pada kesempatan itu, semua peserta yang sebagian besar pelajar se Kabupaten Kudus mengucapkan ikrar sumpah pemuda sebagai upaya meningkatkan rasa nasionalisme.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40579/soal-membaca-gus-dur-miliki-kekuatan-luar-biasa

Pondok Pesantren Pabuaran

Selasa, 01 Maret 2016

Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

Jombang, Pondok Pesantren Pabuaran. Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab berpesan kepada segenap aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat untuk turut berpartisipasi dalam melawan pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.

Hal itu diungkapkan Munjidah saat menghadiri undangan seminar terbuka terkait pemberantasan kasus narkoba oleh Pengurus Cabang (PC) Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Jombang, Kamis (10/11) di aula Universitas Darul Ulum (Undar).

Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)


Wabup Jombang Ajak PMII Berantas Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

"Saya berharap kepada kader PMII supaya peduli terhadap lingkungannya, (penyalahgunaan narkoba, red), dan berhati-hatilah dengan pergaulan di lingkungannya, sebab lingkungan sangat mempengaruhi sikap seseorang," katanya.

Pondok Pesantren Pabuaran

Mengacu pada data Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Timur, Kabupaten Jombang ditetapkan sebagai daerah dengan kasus narkoba tertinggi kelima tingkat Jawa Timur. Posisi tersebut menurut Ketua Muslimat NU Jombang ini memerlukan penanganan yang serius baik dari pemerintah, sejumlah elemen masyarakat juga berbagai organisasi, termasuk PMII.

Pondok Pesantren Pabuaran

"Pengedaran dan penyalahgunaan narkoba adalah penyakit yang paling marak di Jombang, seperti di tempat hiburan, permainan judi di pelosok-pelosok juga semakin marak," tegasnya.

Kondisi demikian, lanjut putri KH Wahab Hasbullah itu, masih sangat jauh dari label Jombang yang dikenal sebagai kota santri ataupun kota beriman.

"Ini sangat memprihatinkan, Jombang yang selama ini dikenal kota santri, kota beriman, namun fakta di dalamnya sangat luar biasa," ucap Munjidah sembari tersenyum. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72838/wabup-jombang-ajak-pmii-berantas-peredaran-dan-penyalahgunaan-narkoba

Pondok Pesantren Pabuaran

Rabu, 16 Desember 2015

Gus Muzani Pimpin Ansor Diwek

Jombang, Pondok Pesantren Pabuaran. Muhamad Muzani akhirnya terpilih menjadi ketua Pimpinan Anak cabang GP Ansor Diwek Jombang menggantikan Subandi. Putra Pengasuh Pesantren mambaul Hikam Diwek ini terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Anak Cabang GP Ansor yang digelar, Jumat (25/1) malam di MTs Ar rahman Nglaban Diwek.

Ini adalah amanah, dan berat bagi saya. Namun karena darah yang mengalir dalam diri saya dan keluarga adalah NU, maka insyaallah bersama sahabat sahabat kita akan mengawal untuk Ansor, dan ajaran Aswaja," ujar Muzani usai terpilih menyampaikan.

Gus Muzani Pimpin Ansor Diwek (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Muzani Pimpin Ansor Diwek (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Muzani Pimpin Ansor Diwek

Muzani yang sebelumnya juga masuk dalam kepengurusan PAC Diwek ini optimis bisa mengaktifkan kepengurusan Ansor di Kecamatan Diwek yang memiliki 20 desa.

Pondok Pesantren Pabuaran

Tugas berat pertama yang akan diemban kepengurusan hari ini adalah mengaktifkan seluruh ranting, mohon doanya, karena Jombang sebagai barometer dan Diwek adalah basis NU,imbunnya.

Kecamatan Diwek merupakan daerah dimana Pesantren Tebuireng didirikan KH Hasyim Asyari yang juga pendiri NU. Diwek juga memeiliki potensi pularis, karena terdapat desa yang dihuni masyarakat Kristen dan islam yakni Desa Bulurejo, dan kehidupan masyarakatnya tetap rukun hidup damai.

Ketua Cabang GP Ansor Sholahul Am Notobuwono dalam pembukaan Konferancab meminta pengurus terpilih bisa menggerakkan organisasi dan menghidupkan kepengurusan ranting ranting. Karena, tantangan Ansor di Jombang sudah cukup berat.

Pondok Pesantren Pabuaran

Organisasi wahabi telah masuk ke desa desa dan merekrut warga NU. Kita harus lebih giat lagi untuk membentengi kader Ansor, NU ini, pintanya mengatakan.

Sementara itu, jalannya konferancab kemarin, disamping Muzani muncul beberpa bakal calon diantaranya adalah Syamsul Huda, Mali dan Subandi. Namun sesuai tata tertib bahwa bakal calon bisa maju jika mendapatkan minimal 7 suara dan Muzani memperoleh 11 suara 11 suara dari 15 suara maka pimpinan sidang menetapkan Muzani sebagai ketua terpilih.

Sesuai tatib, hanya ada stu bakal calon yang memenuhi syarat, maka Muzani bisa ditetapkan menjadi ketua terpilih setuju, ujar Irfan Pimpinan Cabang sekretaris cabang GP Ansor Jombang yang langsung disetujui forum.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42077/gus-muzani-pimpin-ansor-diwek

Pondok Pesantren Pabuaran

Rabu, 10 Juni 2015

Ilmu Pesantren Ditantang Respon Keadaan

Jepara, Pondok Pesantren Pabuaran. Keilmuan pesantren ditantang untuk menjawab keadaan. Tantangan itu adalah munculnya kasus-kasus baru yang perlu segera direspon. Hal itu mengemuka pada diskusi yang digelar Rabithah Maahid Islamiyah NU Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, di Zumrotul Wildan, Senin (29/4) malam.

Dalam pembahasan tersebut, KH Ali Mukarom mengatakan, yang mesti direspon sekarang, misalnya persoalan hukum semisal muamalah, muncul adanya perbankan, bursa efek, pasar modal, asuransi, jual beli online, dan jual beli pulsa, Maka, pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin harus terlibat dalam persoalan-persoalan tersebut, katanya.

Ilmu Pesantren Ditantang Respon Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Pesantren Ditantang Respon Keadaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Ilmu Pesantren Ditantang Respon Keadaan

Keampuhan sekaligus pengapesan mayoritas pesantren adalah saat berhadapan dengan hal-hal kekinian. Tentu saja hal ini sudah bisa dicari, disadari, dianalisa penyebabnya, Dan yang paling tepat sebagai muhasabah ialah karakter pesantren lebih dominan membahas fiqih furuiyyah, terangnya.

Menguasai qaul-qaul dan furuiyyah, lanjutnya, merupakan sampel suatu hukum itu diambil. Tetapi lanjut Kiai Ali, untuk menjawab problem masa kini masih memiliki keterbatasan masa lalu dan varian kejadiannya.

Pondok Pesantren Pabuaran

Karenanya tantangan keilmuan pesantren, terang kiai asal desa Mantingan itu, bukan saja pada perkara furuiyyah saja melainkan harus lebih menghidupkan kembali khazanah keilmuan yang lebih mendasar, ushuliyyah, ilmu-ilmu ushul fiqh semisal kitab Al-Mutamad, Al-Burhan atau Al-Mushtasfa. Juga perlu lebih banyak mengkaji maqasidus syariyyah, maslahah mursalah, dan lainnya.

Pesantren juga perlu memiliki kepekaan dan keterbukaan terhadap perkembangan baru dan segala permasalahannya dan tidak terjebak dari sisi tekstualitas semata, harapnya.

Pondok Pesantren Pabuaran

Kiai Ali juga menjelaskan, tujuan utama penetapan hukum Islam untuk mewujudkan kemaslahatan. Menurutnya, bisa dipastikan hukum Islam memberikan kemaslahatan bagi umat manusia.

Shohibul Mahad Zumrotul Wildan, yang diwakili KH Hisyam Zamroni menyampaikan, melalui selapanan RMI kecamatan Tahunan, ia berharap agar pertemuan rutin bulanan tersebut bermanfaat untuk pesantren masing-masing, Utamanya untuk pengembangan pondok pesantren Zumrotul Wildan, ucapnya.

Hadir dalam kesempatan itu ketua RMI NU kecamatan Tahunan K Ali Masykur, Pengurus RMI-NU Cabang Jepara KH Abdul Baits Muchtar dan pengasuh pondok pesantren se-kecamatan Tahunan.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44176/ilmu-pesantren-ditantang-respon-keadaan

Pondok Pesantren Pabuaran

Rabu, 29 April 2015

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

Pringsewu, Pondok Pesantren Pabuaran. Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi Saddad mengajak warga Desa Danau Margakaya Kabupaten Pringsewu untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurut H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu, peringatan yang berdekatan antara maulid dan natal menjadi pelajaran penting untuk umat beragama di Indonesia.

Demikian disampaikan H Sujadi pada Puncak Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Jamiil HudawWat Taqwa, Sabtu (26/12).

Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)


Dekatnya Maulid dan Natal Momen Jaga Kerukunan Warga Pringsewu

ia mengatakan, kedekatan ini diharapkan dapat menjadi momen peningkatan kerukunan antarumat beragama khususnya di Kabupaten Pringsewu.

ia mengapresiasi warga Danau yang secara rutin memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan meriah melalui rangkaian kegiatan seperti pembacaan shalawat, pawai dan pengajian akbar. Ia berharap kegiatan itu terus dilaksanakan dan dilestarikan sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pondok Pesantren Pabuaran

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Baharudin, kegiatan yang pada tahun ini bertema Jadikan Pribadi Rasulullah SAW Sebagai Suri Tauladan Demi Terciptanya Generasi Umat Yang Berakhlakul Karimah ini merupakan wujud kecintaan warga Danau kepada Rasulullah SAW.

Pawai dan pengajian Akbar yang dilaksanakan merupakan ajang silaturahmi bagi seluruh warga Danau untuk menciptakan kerukunan dan kekompakan. Kekompakan ini terlihat dari antusias warga yang secara swadaya membuat berbagai model ornamen pawai seperti hiasan berbentuk gajah, unta, menara Banten, kapal, tumpeng, ada juga ornamen hiasan berbentuk tugu bambu selamat datang Pringsewu, ujar Bahrudin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Pondok Pesantren Pabuaran

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64590/dekatnya-maulid-dan-natal-momen-jaga-kerukunan-warga-pringsewu

Jumat, 21 Februari 2014

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara

Jakarta, Pondok Pesantren Pabuaran. Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memaparkan Islam Nusantara atau Ahlussunah wal Jamaah An-Nadliyah di Forum Tashwirul Afkar, berlangsung di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat sore (18/9). Ia menyampaikan hal itu mulai dari cara berpikir, gerakan, muamalah, dan amaliyahnya.

Menurut dia, berdasarkan cara berpikir, Islam Nusantara tidak tekstualis, tidak liberalis, dan tidak radikalis. Ia mengambil contoh yang radikalis itu tidak proporsioanal. Contohnya istilahh jihad. Jihad bagi mereka dimaknai perang, padahal dalam kata jihad, mengandung makna islah (perbaikan).

Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara

Mereka itu memperhatikan ayat-ayat keras. Ayat damai itu tidak. Mereka tidak proporsional kapan menggunakan ayat lunak dan kapan menggunakan ayat keras, ungkapnya.

Pondok Pesantren Pabuaran

Cara berpikir mereka (Islam radikalis, red.) adalah ketika tidak ada nashnya, maka disebut bukan Islam. Kemudian dianggap bidah. Bidahnya dlolalah. Dan bidahnya dlolalah tempatnya di neraka.

Padahal halal bihalal itu barang baru. Tidak ada nashnya dan tak ada di Arab. Tapi dilakukan muslim Indonesia. Inilah Islam Nusantara, katanya di hadapan peserta diskusi yang rata-rata anak muda NU tersebut.

Pondok Pesantren Pabuaran

Jadi, kata dia, cara berpikir islam Nusntara adalah ketika sesuatu tidak menyimpang dari nash tidak, berifat baik dan maslahat maka boleh digunakan. Landasan ukurannya ada larangan tidak dalam nash? Ini cara berpikir NU.

Dengan cara berpikir seperti itu, maka tumbuhlah kreativitas, ide dan gagasan. Serta memberi peluang terhadap pemikiran budaya untuk tumbuh, baik budaya lokal maupun global. Syekh Nawawi Al-Bantani mengomentari haul sebagai tradisi orang Jawa itu nggak apa-apa. Tidak ditolak, ungkapnya.

Tapi ia menyebut juga, bahwa Islam Nusantara juga tidak liberal. Islam Nusanatara harus berada pada cara berpikir Aqidah Asyariya, berdasarakan Qanun Asasi pendiri-pendiri NU. Ada tashwirul afkar. Perlu juga ada taswiyatul afkar (pemurnian pemikiran). Ini tugasnya Syuriyah, lanjutnya.

Ia kemudian menyingkat penjelasannya, bahwa Islam Nusantara tidak radikal, tidak liberal, tapi dinamnis (tidak jumud).

Dari sisi harakahnya (gerakan), Islam Nusantara adalah gerakan perbaikan Ini harus dijadikan dasar gerakan. Karena harakatul ulama (gerakan ulama) adalah memperbaiki umat. Gerakan NU adalah agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik, budaya, bukan hanya masalah keagamaan.

Kita harus melahirkanbkonsep politik, budaya, kemasyarakatan dari fikrah nahdliyah itu. Ekonominya. Cara bergeraknya soft (lembut). Tidak keras, tidak kasar, kesukarelaan, tidak main paksa. Tidak ego dan fanatik, jelasnya.

Sementara ketiga dari sisi muamalahnya. Ini adalah mengatur pergaulan sesama NU, sesama Islam, sesama warga negara dan sesama umat manusia. Dalam pergaulan tersebut, Islam Nusantara saling mengasihi dan menyayangi walaupun dengan orang berbeda agama.

Keempat dari sisi amaliyahnya. Islam Nusantara mengamalkan shalawat, istighotsah, maulidan, tahlilan, slametan, memperingati maulid Nabi, memperingati Isra Miraj dan lain-lain.

Islam Nusantara huwa (adalah, red.) Islam Ahlussunah wal Jamaah. Diganti cashingnya supaya menarik. Dan ternyata menarik. Ganti cashing saja ribut, kata cicit Syekh Nawawi Al-Bantani ini disambut tawa hadirin.

Hadir pada kesempatan tersebut, narasumber lain Pengurus PCINU Amerika Serikat Akhmad Sahal, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Masduki Baidlowi. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62271/rais-aam-pbnu-paparkan-landasan-islam-nusantara

Pondok Pesantren Pabuaran

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Pesantren Pabuaran sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Pesantren Pabuaran. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Pesantren Pabuaran dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock